Minggu, 18 Maret 2018

Yang Adidaya Tak Berdaya, Yang Tak Berdaya Kapan Jadi Adidaya?




Assalamualaikum Warahmatullah..

Apa kabar sobat? Apa kabar saudara sebangsa setanah air, sedarah dan seketurunan Adam? hehe. Semoga kita semua dalam kondisi baik, sehat dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Sudah lama tidak bersapa via update tulisan di blog. Semoga tak mengurangi keceriaan kita dalam kunjungan-kunjungan blogwalking teman-teman..hehe

Kali ini saya ingin menulis tentang tatanan dunia yang saat ini sedang kita hadapi, itung-itung ngelantur di blog tentang unek-unek yang saya rasakan di zaman-zaman sekarang ini.

Seperti yang kita ketahui, dunia saat ini memiliki negara-negara yang  kuat dan maju. Kuat dalam persenjataan militer, kuat dalam aspek ekonomi, dan maju dalam aspek teknologi informasi, bahkan maju dalam pembangunan. Seperti Amerika (US), negara-negara di Eropa, Rusia, Cina dan juga Jepang dan beberapa negara lainnya.

Negara-negara maju dan kuat ini punya pengaruh di dalam institusi perserikatan atau kerjasama tingkat tinggi dalam mengatur dan mengelola pemerintahan dunia, PBB. Namun sampai saat ini kita melihat tatanan dunia, dibawah kekuasaan dan pengaruh mereka, nampak tidak dalam kondisi baik.

Banyak kita dengar dan kita saksikan di berbagai belahan bumi terjadi pembunuhan dan pembantaian umat manusia. Juga masih kita dengar dan kita saksikan terjadi penjajahan sebuah negara atas negara lain. Penindasan dan pemaksaan kehendak dengan sewenang-wenang suatu kelompok atas kelompok lain, bahkan pemaksaan kehendak dari suatu penguasa terhadap rakyat jelata.

Belum lagi fenomena kelaparan, kemiskinan dan penyakit yang mewabah masih saja terjadi pada sebagian masyarakat dunia di berbagai negara, misalnya banyak terjadi di negara-negara di Benua Afrika.

Contoh saja lain misalnya di negara-negara Timur Tengah, seperti Syiria, Iraq, Yaman, Palestina, sampai saat ini konflik masih terus terjadi dan berkepanjangan, penjajahan, pembantaian, penghancuran rumah-rumah penduduk, masih saja terjadi dan belum ada titik terang kapan berakhir.

Juga seperti di Rohingnya yang belum lama ini menjadi sorotan dunia, telah terjadi pengusiran, pembunuhan bahkan seperti sudah sampai pada tahap genosida secara brutal atas sekolompok manusia yang tinggal di sana.

Hal-hal semacam ini, menunjukkan bahwa bumi ini seolah menjadi tempat yang tak layak untuk ditempati oleh manusia. Rasa aman atas ancaman pembunuhan tercerabut di negara-negara konflik, harapan terbebas dari rasa lapar dan kemiskinan nyaris sirna saat tak didapatkan makanan sebagai kebutuhan dasar manusia, juga kesehatan, pakaian dan tempat tinggal yang layakpun tak terpenuhi.

Negara-negara yang saat ini tak terjebak konflik, seperti misalnya di Indonesia, malah terus diteror dengan ketakutan akan penjajahan zaman now berupa imperialisme modern dengan jebakan hutang luar negeri dan pengerukan kekayaan alam oleh pihak asing. Juga teror pengrusakan generasi muda dengan narkoba, miras, pergaulan bebas tanpa batas, dan teror penyesatan opini publik yang menyesatkan logika dan akal sehat.

Sungguh, seolah-olah dunia ini tak layak untuk kedamaian dan kenyamanan bagi kehidupan, bagi kesejahteraan lahir maupun batin, mulai dari fikiran dan perasaan. Ketakutan tersebar, teror dan kecemasan merebak, kerusakan moral dan mental mewabah dimana-mana. Negara-negara miskin dan negara-negara konflik nampak tak berdaya mengahadi semua ini.

Mungkin kalau kita hanya melihat-lihat di sekitar kita saja, kita tidak menemukan terlalu banyak masalah yang saya sebutkan di atas, ada hanya beberapa dan sebagian-sebagian saja. Namun apabila kita melihatnya secara global dan mengakumulasikannya pada tahapan yang lebih luas sampai pada cakupan seluruh dunia, sungguh kita akan merasakan bahwa masalah-masalah yang memilukan dan menakutkan itu sudah sangat memprihatinkan.

Tak salah rasanya kalau saya katakan tatanan dunia saat ini dalam kondisi tak baik bahkan mengarah pada kondisi kacau. Yang jelas-jelas menunjukkan tatanan dunia sedang dalam kondisi tak baik yakni perang masih terjadi tanpa bisa dicegah, kerusuhan antar kelompok masyarakat tak terhitung lagi, kelaparan, kemiskinan, ketimpangan dan beragam teror nampak sekali.

Lalu pertanyaannya, Dimana Negara Negara Kuat Itu ? Apa yang mereka lakukan atas semua ini? Kenapa tatanan dunia bisa sekacau ini? Dimana slogan-slogan kedamaian, keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran? Lihat kondisi negara-negara yang saat ini tak berdaya keluar dari masalah kemiskinan dan konflik itu. Sungguh-sungguhkah negara adidaya itu peduli pada negara-negara tak berdaya itu?

Melihat kondisi tatanan yang seperti saat ini yang semakin mengarah pada kekacauan dan konflik yang semakin parah, maka saya ingin katakan Amerikan, Eropa, Rusia, Cina dan negara-negara adidaya itu tak layak memimpin dunia, karena ternyata kepemimpinan dunia di tangan mereka tak memberikan kedamaian, tak memberikan keselamatan bagi umat manusia, dan mereka tak mampu menata dunia dengan baik.

Dimanakah kesalahan mereka? Apa yang membuat mereka tak mampu menciptakan perdamaian dan kesejahteraan dunia? Menurut saya, kesalahannya ada pada konsep mendasar yang mereka jalankan dan yakini, yakni ideologi kapitalisme, sekulerisme, liberalisme, dan matrealisme, yang diatas itu mereka berdiri tegak, berperilaku, dan melakukan tindakan serta mengkampanyeka slogan-slogan mereka.

Dunia ini seperti dikuasai dan hanya diatur oleh segelintir orang yang hanya mementingkan keuntungan pribadi tanpa mau peduli dengan penderitaan orang lain. Orang - orang yang jauh pada nilai dan tatanan aturan agama banyak berkuasa. Orang - orang yang menebarkan kebebasan tanpa batasan, dan orang - orang yang berorintasi mada kesenangan matrealistik semata yang menghegemoni dunia.

Akankan ada kesempatan bagi negara-negara lain dengan ideologi yang lebih mapan ditahun-tahun mendatang memimpin dunia dan menggantikan negara-negara adidaya yang saat ini tak berdaya mengatur dunia?

Yang adidaya tak berdaya menata dunia, kapankan yang sekarang tak berdaya menjadi pengganti memimpin dunia?

Semoga segara muncul rahmat bagi seluruh alam yang tampil kedepan menyelamatkan dunia yang hampir kacau ini. 

Sabtu, 27 Januari 2018

Bryan Adam, Tak Lama Jumpa denganmu Namun Kesan Mendalam Mengharu Biru

Bryan Adam (27 Januari 1997- 24 Juni 2017)

Aku mengenal dan berinteraksi dengannya tak terlalu lama, hanya kurang lebih 4 bulan saja, namun keharuan dan kebanggaan berkesempatan mengenalnya sampai saat ini masih terasa. Ia mengenalkan diri bernama Briyan yang belakangan kuketahui nama lengkapnya Bryan Adam. 

Pertamakali berjumpa di sebuah masjid di lingkungan sekolah SMK N 2 Kota Bengkulu, waktu itu pertemuan kami dengan niat belajar mengaji, aku sebagai pembimbingnya.


Pada awalnya aku memang membimbing ngaji Alquran di Kampus Unihaz yang dikelola oleh UKM Rohimaz, Rohani Islam Mahasiswa Unihaz, ada program pembukaan pendaftaran kelompok ngaji yang disebar oleh pengurus Rohimaz melalui Facebook. Dari facebook inilah Bryan mendaftar untuk bergabung mengaji.

Kelompok pengajian di Unihaz sebenarnya dikhususkan untuk mahasiswa, karyawan serta dosen di lingkungan kampus Unihaz saja, sehingga pendaftaran Bryan yang masih berstatus pelajar SMK untuk ikut mengaji diluar perhitungan pengelola, sehingga Bryan diminta untuk mencari kawan yang berminat untuk mengaji juga agar bisa dikelompokkan dalam satu grup sama-sama pelajar.

Bryanpun ternyata menetapi usahanya mencari kawan mengaji, terkumpulah 3 orang sama-sama anak SMK N 2 Kota Bengkulu yang mau mengaji. Akhirnya jadwalpun ditetapkan dan aku pergi ke masjid di lingkungan SMK2 Kota Bengkulu untuk menemui Bryan dan kawan-kawannya itu. Itulah kali pertama aku bertemu dan berkenalan dengannya.

Bryan Adam, quote dari statusnya di fb : Bryan Adam

Bryan Adam lahir 27 Januari 1997 terpaut 10 tahun usianya denganku, ia memang kuanggap sebagai adik bagiku. Penampilanya cukup sederhana, enak diajak bicara dan bicaranya sedang-sedang saja namun hal-hal penting saja yang dipilihnya, pandangan matanya jernih dan dalam, seperti ada sesuatu yang terfikirkan di dasar hatinya, ia tampak berfikir sebelum bicara.

Kami mulai belajar mengaji sekitar akhir November 2016. Ia bicara, "Mas aku ingin belajar mengaji, mulai dari nol benar, karena aku ingin  bisa membaca Alquran, aku ingin berubah jadi lebih baik. Inginnya nanti pas puasa aku sudah bisa membaca Alquran dan ikut tadarusan," ungkapnya.

Niatnya ingin menjadi sosok yang lebih baik dan ingin bisa membaca Alquran saat Ramadhan membuatku terenyuh, tampak ketulusan dan keseriusan memancar dari tatapan matanya. Dan hal itu dibuktikanya saat proses belajar mengaji, terlihat dari semangatnya membaca dan melafadzkan huruf, upayanya mengenal dan menghafal huruf mulai dari dasar sekali, karena sebelumnya ia tak begitu mengenal huruf.

Saat mengaji ia mengungkapkan kalau dia sebelumnya jarang shalat, disuruh shalat oleh orang tua susah, belajar ngaji dulu waktu masih kecil menggunakan buku Iqra tapi tidak sampai lancar bisa membaca Alquran. 

Saat itu ia merasa ingin sekali bisa mengaji dan ingin tak tinggal shalat. Iapun banyak bertanya tentang keutamaan-keutamaan ibadah, tentang dosa dan larangan dalam Islam.

Setiap mengaji dia yang mengingatkan kawan-kawanya bahkan ia yang menjemput memakai motornya demi bisa belajar mengaji bersama. Menurutku jarak rumahnya dengan tempat kami mengaji cukup jauh. Kami mengaji di masjid SMKN 2 Kota Bengkulu sedangkan rumahnya di daerah dekat Pulau Bai.

Pulang sekolah sekitar pukul 14.30, ia pulang terlebih dahulu dan kembali lagi ke sekolah ba'da ashar sekitar pukul 16.00 untuk belajar mengaji sampai sekitar jam 17.30, belajar mengaji kadang hanya 1 jam tapi Bryan tetap mengupayakan datang belajar meski sebentar. Kami belajar mengaji menggunakan buku Tahsin Dewasa Jilid 1.

Setelah berjalan sekitar 2 bulan, karena kesibukanku antar jemput adek sekolah dan mulai berjualan Jambu kristal, akhirnya tempat belajar mengaji saya pindahan ke rumahku di Panorama, agar aku tidak terlalu sore mengajarnya karena harus jemput adek terlebih dahulu dan bisa sambil mengawasi jualanku. 

Jarak rumahnya dengan tempat tinggalku untuk mengaji ini tidak tambah dekat dari tempat belajar semula, bahkan sedikit agak menjauh, namun bukan halangan bagi Briyan untuk terus datang belajar. 

Proses belajar membaca Alquran terus berjalan dan perkembangan kemampuan membacanya terhitung cepat, sekitar tiga bulan berjalan buku tahsin jilid 1 sudah selesai, dan aku katakan, 

"Bryan kamu mulai saat ini sudah bisa baca Qur'an, karena dihalaman ini sudah sama bacaannya dengan di Alquran, hanya nanti masih perlu ada perbaikan untuk memfasihkannya, dan ada hukum-hukum tertentu yang belum dipelajari di sini, nanti kita lanjut di tahsin jilid 2, harus sering-sering berlatih dan praktik di Alquran," begitu kataku diakhir pelajaran waktu itu.
Bryan Adam saat mendaki puncak Kerinci, gambar dan quote diambil dari status facebooknya
Ternyata itu adalah terakhir kalinya aku bertemu dengan Bryan, cukup sedih jika aku kembali mengenangnya saat ini. Di hari lahirnya tanggal 27 Januari ini sengaja aku mengenangnya dengan menuliskan ini. Ada penyesalan kenapa aku tidak melanjutkan kembali pelajaranya.

Saat itu kesibukanku semakin meningkat, apalagi saat puasa menjelang, jadwal di bulan ramadhan memang berbeda dari sebelumnya. Dan ternyata beberapa kali Bryan datang kerumahku ingin bertemu dan belajar lagi, beberapakali shalat di masjid dekat tempat tinggalku, namun kami tidak pernah bertemu, mungkin kebetulan saja aku ada kesibukan ditempat lain dan tidak shalat di masjid dekat rumah.

Saat ramadhan memasuki pertengahan pekan ketiga masuk waktu libur puasa bagi sekolah-sekolah, aku mudik ke Lampung bersama adiku, berkumpul dan lebaran bersama keluarga. Kembali lagi ke Bengkulu saat jadwal masuk sekolah. Kabar mengejutkanpun datang, tak sengaja saat aku selesai shalat ashar di Masjid Baitul Atiq berjumpa dengan Egik kawan ngaji Bryan, dengan sedih ia mengatakan Bryan telah meninggal.

Sejenak aku hampir tak percaya, bahkan responkupun lambat, ada pedih di dalam dada yang tak mampu terungkapkan dengan kata. 

Egik bercerita bahwa Bryan meninggal saat malam takbiran, ia meninggal karena kecelakaan saat pulang dari salah satu rumah kerabatnya, waktu itu ia menjalankan tugas dari ibunya, disuruh  mengantar gulai masakan lebaran ke famili-familinya. Ia berdua dengan adiknya naik motor selepas maghrib dan takdir Allah sampai padanya, ada pengendara motor lain dari arah depan bergerak dengan kencang dan merekapun saling bertabrakan.

Meninggal saat malam lebaran diakhir ramadhan, ia telah menyempurnakan ibadah puasanya dan telah menjalankan apa yang diingininya yakni membaca Alquran dibulan ramadhan.

Sebagai seorang guru, tentu aku berharap kelak Bryan bisa mengajar Alqur'an pula, menjadi pembimbing dan pengajar kawan-kawan atau adik tingkatnya dalam mengaji, bahkan aku sempat berfirik kedepan ingin membentuk komunitas belajar Alquran dan berharap Bryan ini menjadi penggeraknya. Namun Allah SWT lebih mencintainya.

Inilah sesalku yang mendalam, aku merasa masih belum maksimal dalam mengajarinya, belajar ngaji saja hanya sebatas buku tahsin jilid 1. Ia ingin terus lanjut lagi belajarnya namun qadarallah tak pernah lagi bertemu. Maafkan aku Bryan yang tak ada sewaktu engkau mencariku dibulan ramadhan, yang tak ada saat engkau membutuhkan..

Kini engkau tinggal kenangan yang menyisakan keharuan mendalam. Aku bertemu dengan banyak orang dan bertemu dengan murid-murid. Hanya beberapa orang yang menyisakan kesan yang mendalam. Salah satunya Bryan.

Bryan Adam, Quote diambil dari status fb : Bryan Adam

Saat aku takziyah dan mengunjungi ayahnya, Ayah Briyan bercerita bahwa selama ramadhan Bryan sibuk di masjid, nyaris jarang pulang kerumah kecuali pas buka puasa dan keperluan tertentu saja, sering i'tikaf dan menginap di Masjid.

Dengan perasaan haru ia mengatakan bahwa dirinya sempat heran, "anak ini biasanya disuruh shalat aja sulit, tapi kini rajin sekali kemasjid dan bahkan azan, banyak membaca Alquran, orientasinya bukan lagi duniawi," ungkap Ayahnya. Briyanpun diceritakan sudah mendaftar dan diterima kuliah di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) di Jawa. Kampus yang berbeda jauh dari perkiraan orangtuanya.

Anak ini seperti berubah total, ia ingin kuliah dikampus islam dan tidak lagi tertarik kuliah di kampus umum, tidak tertarik dengan hal-hal keduniawian, ia ingin fokus mengejar akhirat. Suatu hal diluar kebiasaan anak seusianya. Ini yang membuat orang tuanya salut dan berbangga.

Untuk bisa masuk ke STID ia nekat berangkat sendiri untuk mengikuti tes di Jawa sedangkan ia belum pernah ke Jawa, tak ada yang memandu, kesasar dan baru sampai di lokasi tempat ujian saat sudah malam, namun itu tak membuatnya putus asa. 

Iapun tak memiliki bekal kemampuan bahasa Arab sedangkan itu yang menjadi salah satu hal yang diujikan. Menurut kisah ayahnya, Bryan tak mampu mengisi tes ujian bahasa arab dengan baik, namun saat ujian wawancara Bryan mengatakan semua keinginan kuatnya berislam dengan benar dan bisa bermanfaat untuk islam, sehingga mungkin keinginan kuatnya ini yang menyebabkan dia bisa diterima di STID. Namanya tercatat di daftar absen mahasiswa baru, namun ia telah menempati alam lain yang baru.

Aku sangat terharu mendengar semua kisah tentang Bryan dari ayahnya, kisah perbaikan dan perubahan dirinya yang luar biasa. Bryan telah menghadapi takdirnya dengan baik, meninggal dengan kondisi dalam kebaikan, dibulan terbaik bulan ramadhan, saat malam lebaran dalam menjalankan tugas orang tuanya.

Tersisa kini penyesalan terdalam bagiku, apakah aku akan berakhir dengan posisi terbaik seperti dirinya? 

Ya Allah ampunilah dosaku, perbaikilah amalku dan istiqomahkanku dalam kebaikan, serta wafatkanlah aku dalam kondisi khusnul khotimah..aamiin..

Untuk Bryan..Allhumaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu..aamiin ya Rabbal Alamin

Kamis, 25 Januari 2018

PNS, Kiamat Karir, dan Korban Politik



Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) mungkin terasa susah-susah senang. Ada yang ngomong susah masuknya senang pas dapat gaji dan tunjanganya. Tapi ada juga yang ngomong kerjanya juga susah-susah senang. Susah pas ditekan dari atasan senang pas santai gak ada pengawasan, bahkan bisa mengobrol seharian.

PNS kadang juga jadi korban, yang paling kentara adalah korban politik. Setiap pergantian kepala daerah sering kali terjadi mutasi jabatan atau nonjob bagi pegawai-pegawai tertentu. Hal ini terjadi disebabkan beberapa faktor.

Faktor pertama bisa jadi disebabkan karena sang kepala daerah terppilih memiliki program dalam janji kampanye yang harus digulirkan dalam kepemimpinanya, proses menejemen pelaksanaan program janji kampanye ini melibatkan langsung dinas-dinas dan bidang terkait, efeknya terkadang terhapuskannya dinas atau bidang yang sebelumnya ada atau dibentuknya dinas dan bidang baru.

Dihapusnya sebuah dinas atau bidang tertentu dilingkungan kelembagaan pemerintah tentu berimplikasi pada nonjobnya pegawai-pegawai yang sebelumnya bekerja di sana. Begitu juga jika dibentuk dinas atau bidang baru, maka tentu diperlukan pegawai baru yang mengisi posisi jabatan dinas tersebut.

Jika mutasi dan nonjob ini awalnya didasari oleh program rencana pembangunan seorang kepala daerah sesuai janji kampanyenya, maka ini bisa dimaklumi dan dapat dianggap wajar. Pun juga jika landasanya janji kampanye, maka pegawai-pegawai yang nonjob tidak akan lama mengalami nonjob, karena pada dasarnya kerja-kerja pembangunan pasti membutuhkan banyak tenaga. Janji kampanye tidak akan selesai dijalankan hanya oleh segilintir pegawai. Jadi untuk kasus ini PNS tidak terlalu khawatir, mungkin dikatakan sebagai korban sementara.

Faktor kedua penyebab mutasi atau nonjobnya PNS adalah keberpihakan politik. Ini yang terkadang membuat PNS jadi 'pesakitan'. Kepala daerah (Gubernur, Bupati, Walikota) memilih dan menentukan pegawai mana yang akan diangkat dan dilantik berdasarkan pilihan dan keberpihakan politiknya. Jika ada pegawai yang memihak kepada lawan politiknya maka langsung dimutasi atau bahkan dinonjobkan.

Inilah yang disebut PNS korban politik yang tak sehat. Dimasa akhir jabatan seorang kepala daerah yang hendak mencalonkan diri lagi sebagai calon incumbent, hal ini terlihat lebih parah. Sebelum masa pengunduran dirinya, seorang kepala daerah incumbent ini sering kali banyak melakukan mutasi pegawai di dinas-dinasnya. Pegawai yang mendukung dirinya untuk menjabat lagi ditempatkan di posisi-posisi strategis, sedangkan pegawai yang terindikasi memihak kepada calon lawan politiknya langsung dimutasikan atau diturunkan jabatanya atau bahkan dinonjobkan.

Kebijakan seorang kepala daerah memang bersifat final dan mengikat, dan kebijakanya tidak bisa dirubah dengan mudah oleh pejabat pelakasana tugasnya (Plt). Setiap kepala daerah yang mencalonkan diri kembali sebagai calon incumbent, maka setelah ia mundur sebagai salah satu syarat untuk mencalonkan diri lagi, maka jabatanya digantikan oleh pejabat pelaksana tugas yakni Plt. 

Seorang Plt tidak bisa dengan mudah merubah kebijakan kepala daerah yang telah ditetapkan, ia hanya bisa melanjutkan kebijakan yang telah dibuat tersebut. Jadi seorang Plt tidak bisa melakukan mutasi jabatan atau menonjobkan pegawai lain kecuali ada faktor-faktor lain yang mendukung dan disetujui oleh menteri dalam negeri.

Dalam ketentuan seperti inilah kemudian kepala daerah selaku pejabat pembina kepegawaian bisa memutasikan pegawai-pegawai yang berhaluan politik lain dengan dirinya. Kasus seperti ini seolah sudah menjadi rahasia umum, khususnya ditengah-tengah PNS. Jika ingin aman maka PNS harus mendukung petahana. Bagi PNS yang sayang dengan jabatanya, atau yang pola fikirnya hanya mencari keutungan dan haus jabatan, maka mereka berlomba-lomba mendukung petahana, atau bahkan menjadi 'tim sukses' petahana.

Namun bagi PNS yang idealis tak tergiur dengan janji maupun ancaman dari calon petahana, maka dia santai saja, meski ditempatkan diposisi tidak penting ataupun nonjob. Tak ada kamus takut kiamat karir bagi pegawai yang idealis, karena ruang kontribusi bagi pembangunan bisa dari ranah apa saja, dan bisa berkarir dari posisi dimana saja.

Bagaimana semestinya kita mendudukan momentum politik berupa pemilihan kepala daerah dengan posisi jabatan pegawai PNS?

Sesungguhnya setiap daerah sudah memiliki Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah diperdakan atas hasil pembahasan antara pemerintah daerah dengan DPRD. Dari sinilah telah diatur bagaimana arah pembangunan daerah selama 5 tahun. Sehingga sebenarnya orientasi pembangunan selama 5 tahun semenjak seorang kepala daerah dilantik telah diatur sampai habis masa jabatanya.

Jadi pegawai-pegawai telah memahami tugasnya masing-masing sesuai dengan RPJMD dan telah dilantik sesuai orientasi pembangunan. Penggantian pejabat, mutasi, nonjob akan menjadi lucu jika berlandaskan pada kepentingan politik pilkada dengna mengabaikan RPJMD.

Penggantian pejabat diakhir-akhir masa jabatan seorang kepala daerah yang kebetulan mencalon diri kembali sebagai petahana terlihat sekali kepentingan politiknya. Apalagi latar belakang pejabat dan posisi jabatanya tidak sesui. Terus kalau tinggal beberapa bulan menjabat sedangkan aturan di RPJMD sudah ada, terus mau disuruh kerja apa? Sama saja toh target rencana kerjanya juga tidak bisa dirubah. Apakah disruh kerja 'mengamanka' posisinya atau langsung jadi timsesnya?


Kamis, 04 Januari 2018

Pelajaran Penting Tiga Kisah di Surat Al-Kahfi dan Fitnah Dajjal




Dari tiga kisah di atas kita mendapatkan berbagai hikmah, terutama salah satu benang merahnya adalah kata PEMIMPIN atau Penguasa / Raja.

Kisah Ashabul Kahfi berkaitan dengan kezaliman penguasa yang menyebabkan munculnya toloh para penghuni gua. Kisah Musa a.s. juga erat kaitanya dg Pemimpin, Musa adalah pemimpin Bani Israil yang melawan Fir'aun sang Pemimpin zalim, Khidir adalah Nabi yang membersamai dan mengajarkan kepada Musa tentang bagaimana peduli terhadap permasalahan rakyat menghadapi pemimpin.

Begitu juga Zulqarnain, ia adalah orang yang dianugrahi kepemimpinan oleh Allah SWT. Tokoh pelakunya langsung. 

Lalu siapakah Dajjal itu? Sebagian besar ulama sependapat bahwa Dajjal adalah seorang tokoh berpengaruh diakhir zaman yang akan menyebarkan fitnah kepada manusia dan menyesatkan mereka dari jalan Allah SWT.

Ia ibarat tokoh pemimpin para penyeru kesesatan dan bahkan ia sendiri manusia hebat dalam kepemimpinanya menyesatkan manusia diakhir zaman. Ia akan banyak melakukan hal-hal irrasional yang membuat manusia terkagum-kagum dan terpana.

Ketika ia menunjuk langit, langit menurunkan hujan, ketika ia menunjuk bumi maka bumi mengeluarkan simpananya berupa harta dan banyak tumbuhan makanan, ia bisa menempuh suatu perjalanan dengan sangat cepat seperti mengendarai angin dan ia bisa melakukan banyak hal yang luar biasa dalam rangka menyesatkan manusia.

Bukankah kita telah mendapati benang merah dari kata pemimpin dari kisah pertama sampai kedatangan Dajjal ini? Hal-hal irrasional dari kisan pertama sampai hal-hal irrasional yang akan dilakukan Dajjal?

Mari renungkan. Keterkaitan-keterkaitan ini tentu tak ada yang kebetulan. Ayat Alqur'an dan Hadits Nabi tentu menyimpan banyak hikmah dan pelajaran.

Kepemimpinan Umat Jadi Solusi

Kata kepemimpinan dalam rentetan kisah-kisah diatas tentu tidak bisa kita abaikan. Bahkan urutan kisah yang diketengahkanpun seolah menuntun kita menyelami makna dan langkah-langkah yang bisa kita ambil dalam menghadapi fitnah akhir zaman dan fitnah Dajjal.

Pertama, Dajjal akan membuat orang-orang bingung tak punya pegangan, manusia dalam kebimbangan, siang beriman malamnya jadi kafir, malam hari beriman siang harinya menjadi kafir. Bagi orang-orang yang tak kuat dan tak memiliki ilmu, serta lemah dan tak memiliki kelompok/komunitas/jamaah yang saling menguatkan, maka disarankan bagi mereka untuk pergi ke gunung-gunung dan hutan-hutan bersembunyi untuk menyelamatkan akidahnya, sebagaimana ashabul kahfi menyelamatkan akidahnya.

Bagi seorang pemimpin pergerakan, hendaknya ia berkumpul dan bersatu dengan para pemimpin dan tokoh yang lain untuk saling menguatkan, saling memperdalam ilmu pengetahuan, ilmu-ilmu yang diperlukan untuk menjaga akidah, menjaga rakyat, dan memelihara serta melestarikan kebaikan dan kebenaran.

Iapun musti bergerak bersama-sama melindungi umat dari fitnah, dari keburukan penguasa, dan berupaya melindungi serta melestarikan agama dan berbagai kebaikan di muka bumi. Sebagaimana Musa a.s. sang tokoh pemimpin pergerakan dari Bani Israil mencari Khidir untuk belajar dan bersama-sama menebarkan kebaikan.

Para pemimpin pergerakan tak boleh berselisih, mereka harus bersabar dalam kebersamaan, dan melakukan perjanjian bersama. Harus ada diantara mereka orang yang lebih berilmu yang diakui dan ditaati petunjuknya dan tidak diselesihi pendapatnya. Sebagaimana Musa bersabar bersama-sama Khidir, mengikuti petunjuk Khidir dan berjanji tak akan menentangnya.
Mereka harus berjuang bersama.

Terakhir,akan muncul tokoh luar biasa yang memimpin ummat, melindungi mereka dan memimpin pasukan untuk melawan Dajjal. Dia seperti Zulqarnain yang luar biasa.
Mungkin tokoh luar biasa ini nanti adalah Imam Mahdi dan Isa a.s.  sebagaimana yang di nubuwatkan oleh Rasulullah SAW yang akan muncul dan menghancurkan Dajjal.

Semoga kisah-kisah ini menjadi perenungan kita bersama. Dan kita mendapatkan pelajaran serta hikmah dari Surat Alkahfi ini untuk jadi inspirasi dan dipedomani dalam menghadapi akhir zaman yang telah dinubuwatkan oleh Nabi.
Semoga kita semua terjaga dan terlindungi dari fitnah Dajjal.

Wallahu'alam Bishawwab

Bengkulu, 8 Rabi'ul Akhir 1439 H / 27 Desember 2017 M
Beni Sumarlin

Kamis, 28 Desember 2017

Zulqarnain Mengarungi Dunia





Kisah ketiga yang unik dalam Surat Alkahfi yakni kisah tentang perjalanan seorang tokoh bernama Zulqarnain (18:83-99).

Dalam kisah ini banyak sekali kita temukan hal-hal irrasional.

Baca juga sebelumnya :
Kisah Unik Nabi Musa a.s. Mencari Ilmu
Kisah Unik Ashabul Kahfi
 
Siapakah Zulqarnain itu? Dia adalah seorang tokoh hebat di zamannya, seorang yang diberikan kedudukan oleh Allah SWT di muka bumi. Dia adalah pemimpin hebat dan seorang yang memiliki kuasa atau pengaruh. Beberapa peneliti sejarah di dunia ada yang menyebutnya sebagai Iskandar Yang Agung.

Zulqarnain ini merupakan pemimpin yang dianugrahi suatu yang istimewa oleh Allah. Ia bisa menempuh perjalanan ke mana saja sesuai keinginannya, "Kami telah memberikan jalan kepadanya untuk mencapai segala sesuatu" (18:84). Ia bisa menempuh jalan menuju ke barat sampai di ujung barat tempat matahari tenggelam. Iapun bisa menempuh jalan ke arah timur sampai di ujung timur tempat matahari terbit.

Saat ia menempuh perjalanan ke barat, ia melihat matahari tenggelam di dalam lautan lumpur hitam. Dan saat ia pergi ke timur didapatinya matahari terbit dan suatu negeri tak ada pelindung sedikitpun dari sinar matahari yang sangat terik.

Zulqarnain menjalankan misi kepemimpinan di dalam perjalanannya berdakwah kepada manusia, menolong orang lemah, dan melindungi segolongan manusia yang meminta perlindungan.

Disuatu negeri yang diapit oleh dua gunung, ia menemukan penduduk yang terancam oleh Yakjuj dan Ma'juj, mahluk perusak yang paling merusak di muka bumi. Penduduk itu memohon kepada Zulqarnain agar dibuatkan dinding penghalang diantara mereka.

Akhirnya zulqarnain membuatkan dinding bagi mereka dari besi dan cairan tembaga, tinggi dinding besi itu setinggi puncak gunung dan panjangnya sepanjang jarak antara dua gunung itu. Dinding itu tidak bisa didaki saking tingginya dan tidak bisa dilubangi saking tebalnya.

Satu hal luar biasa dan bisa jadi sangat irrasional sehingga menjadi sebuah keajaiban dunia pada masanya, sebagaimana bangunan-bangunan saat ini yang dinyatakan sebagai keajaiban dunia.

Diakhir kisah, sang pemimpin yang disegani ini mengatakan bahwa dinding itu adalah rahmat dari Tuhanku dan apabila janji Tuhaku telah datang, Dia akan menghancurkanya.

Para ulama ada yang mengatakan bahwa saat dinding itu hancur adalah saat-saat menjelang hari kiamat. Ya'juj dan Ma'juj terbebas dari dinding pembatas itu dan berbaur dengan manusia sehingga melakukan kerusakan yang sangat di muka bumi.

Lanjutan
 


Kisah Unik Nabi Musa a.s. Mencari Ilmu (18:60-82)




Kisah yang kedua kita dapati di dalam surat Al Kahfi ini yakni kisah Nabi Musa a.s. mencari ilmu, ayat 60 sampai 82.

Baca juga :
Kisah dan Hikmah Unik Ashabul Kahfi

Diceritakan diayat tersebut bagaimana Nabi Musa a.s. mencari kediaman seorang guru dan menemukanya untuk selanjutnya memohon diri untuk belajar kepadanya. Sebagian ulama menyebutkan guru Nabi Musa a.s. itu adalah Nabi Khidir a.s.

(Sebagian ulama dan pemikir pendidikan islam, mengambil kisah ini sebagai salah satu dasar rujukan dalam menjalankan proses pendidikan islam, namun kali ini kita tidak akan membahasnya).

Bagian unik pertama yang kita temukan dalam kisah ini adalah sosok Musa a.s. Siapakah dia? Kebanyakan kita tentu sudah faham bawa Musa adalah salah seorang Nabi yang mulia, dan ia dikenal sebagai Nabinya Bani Israil, nabi yang menyelamatkan Bani Israil dari kezaliman penguasa paling zalim di masanya, yakni Fir'aun.

Musa a.s. adalah tokoh yang melawan kezaliman penguasa terhebat dizamannya. Ia Nabi dan Rasul, diperintahkan oleh Allah untuk belajar suatu ilmu kepada Khidir, yang disebutkan oleh Allah sebagai seorang hamba dari hamba-hamba Kami.

Ilmu apakah yang diajarkan Khidir a.s. kepada Musa a.s? Ini salah satu pokok penting dan keunikan  kisah ini.

Dalam perjalanan mereka (Khidir dan Musa), Khidir mengajarkan 3 hal lewat kebijakan yang dilakukannya.

Pertama, Khidir melobangi perahu orang miskin yang bekerja di laut yang perahunya mereka tumpangi. Kedua Khidir membunuh seorang anak kecil, dan ketiga Khidir menegakkan dinding sebuah rumah yang hampir roboh di sebuah negeri yang penduduknya kikir terhadap mereka berdua (18:71-77).

Tiga hal itu tak masuk akal bagi Musa sehingga ia melakukan protes. Tiga hal irrasional bagi akal kita yang belum mengerti.

Khidir bertindak berdasarkan wahyu dan ilmu yang ia dapatkan dari Allah SWT. Dan ia mengajarkan hikmah dan rahasia berbagai perbuatannya itu kepada Musa (18:79-82).

Perahu milik orang miskin yang bekerja dilaut itu sengaja ia lubangi karena didepanya akan berhadapan dengan seorang raja zalim yang merampas setiap perahu yang bagus.

Anak kecil yang ia bunuh adalah seorang anak yang kafir sedangkan orang tuanya mukmin, dikhawatirkan anak itu dikemudian hari akan memaksa kedua orangtuanya menjadi kafir.

Dinding rumah yang diperbaikinya adalah milik dua anak yatim di negeri itu yang dibawahnya terdapat harta warisan ayahnya yang saleh, agar kelak ketika sudah dewasa mereka bisa menggunakanya.

Tiga pelajaran yang luar biasa..
Pertama mengajarkan bagaimana cara menyelamatkan rakyat dari kezaliman pemimpin, mengajarkan bentuk kepedulian pada masalah-masalah rakyat dan bertindak melawan kesewenang-wenangan pemimpin.

Kedua, mengajari agar menghentikan kekafiran mulai sejak dini, menjaga dan melindungi keimanan seseorang merupakan hal yang utama.

Dan yang ketiga mengajarkan tentang memelihara dan melestarikan kebaikan dg tanpa mengharap balasan dari siapapun.

Lanjutan

Follow by Email

Popular Posts