Sabtu, 28 Agustus 2010

Khabar Rindu Buat Kawan

Kawan,
Ku khabarkan kepadamu tentang sebuah rindu
Rindu dalam kesendirian
Rindu dalam kesedihan
Rindu dalam sendu
Rindu dalam pilu

Kawan,
Dalam kesendirian aku merindu
Merindumu dengan segenap rinduku
Dan,
rindu ini menyiksaku, membunuhku dan menguburku
hingga aku hilang dalam pandangmu
hilang dalam dengarmu
serta hilang pula dalam rasamu


kawan,
percayakah engkau..? bahwa aku sendang merindu..?
walau kini ku hilang, mati dan terkubur?
tapi aku benar-benar merindu..
rindu akan tatapmu..
rindu senyum tulusmu
rindu sapa ramahmu
rindu ungkapan-ungkapanmu
rindu nasehat-nasehatmu
rindu jabat tangan dan pelukmu..
aku sungguh merindu..

kawan,
kenapa engkau tak datang..?
ketika diri ini mengharapkanmu.?
ketika diri ini berharap kedatanganmu.?
Ketika diri ini perlu kehadiranmu?
Bukankah aku telah mengguncang bumi ini dengan teriakku memganggilmu?
Bukankah jagat ini sampai geggap gempita dengan jeritanku..?
Namun kenapa engkau tak datang kawan?

Kawan,
Pernah suatu malam
Aku termenung dalam diam
Diam yang membuat malam semakin kelam
Aku menatap awan dan bintang-bintang dalam gemuruh rindu
Aku memandang bulan dalam gelombang rinduku
Dan kepada merekalah kutitipkan rinduku
Kepada merekalah kuceritakan nelangsa dan piluku
Sehingga pilu, sedih, nelangsa dan rinduku bertambah tambah karena mereka hanya diam membisu
Maka jadilah diri ini semakin pilu menanggung beban dalam diam..
Maafkan aku kawan..aku harus pergi
karena ku harus menjemput rinduku.

Dikehenigan malam sudut Bandar, 22 april 2010

Ar- Rihan
banner
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Follow by Email

Popular Posts