Senin, 07 Februari 2011

Mendahulukan dan Yang di Dahulukan vs Iman

Pernahkah kita pada suatu hari tertimpa kesusahan atau dihadapkan pada suatu kondisi tertentu yang ternyata itu cukup memusingkan kepala kita, atau membuat kita harus memfokuskan perhatian kita pada hal tersebut, lalu kita terpaksa mengambil keputusan atau pilihan yang kita rasa pahit dan pada kondisi terdesak? Atau pernahkah kita pada kondisi tertentu merasa sangat nyaman dan lapang, tidak ada beban masalah dan merasa gembira ketika dihadapkan pada pilihan-pilihan yang menggembirakan jika kita ambil salah satu diantara pilihan-pilihan tersebut? Dan ketika di evaluasi dan di runut ulang ternyata dua hal pada kondisi di atas tadi menghasilkan suatu hasil yang tidak jauh berbeda. Coba kita fikirakan sejenak. hasil dari pilihan pertama kadang malah menggembirakan, dan yang kedua malah mengecewakan. Atau sebaliknya, hasil dari kondisi pertama mengecewakan dan pada kondisi kedua menggembirakan. Namun, pernahkah kita melibatkan Allah SWT dalam mengambil pilihan-pilihan tersebut? Baik pilihan dikala susah/sempit ataupun pilihan dikala lapang dan bahagia? Kalaupun ya, pernah kita libatkan Allah SWT dalam mengambil pilihan-pilihan tersebut, namun pada saat kapankah kita mulai melibatkan Allah dalam kondisi pilihan tersebut? pada saat sudah mentok tidak mendapat pilihan lain? Pada saat sudah merasa putus asa? dan kemudian mengatakan "yah..kepada Allahlah kita bertawakal dan akhirnya mengembalikan segala sesuatu.."? Padahal sebelumnya kita telah berjibaku kesana kemari untuk mencari-cari jawab dan solusi atas pilihan-pilihan tadi, ataukah pada saat pertama kali ketika kita dihadapkan pada pilihan-pilihan tadi, kita langsung melibatkan Allah dalam mengambil keputusan dan mencari solusinya?
Ini terkait dengan 'mendahulukan dan yang di dahulukan'.
Sesungguhnya, siapakah yang patut kita dahulukan sebelum sesuatu yang lain didahulukan?


Mendahulukan dan Yang didahulukan. Memang perlu pemahaman yang penuh dan cukup komfrehensip untuk mengungkapkan hal ini. karena dalam pandangan Islam ini termasuk bagian dari keyakinan. Kenapa Islam meperhatikan hal demikian pula? yang sepertinya hanya hal sepele? Karena Islam adalah ajaran yang universal, ajaran yang melingkupi seluruh aspek lehidupan, tidak ada bagian yang tidak tersentuh oleh Islam.

tobe continue..
banner
Previous Post
Next Post

1 komentar:

Follow by Email

Popular Posts