Kamis, 24 Januari 2013

Meneguhkan Kembali Ke-Istiqomahan Kita



KHUTBAH JUMA’AT

MENEGUHKAN KEMBALI KEISTIQOMAHAN KITA


Kaum muslimin jamaah sholat jum’at rohimakumullah,
Bersyukur kita kepadaAllah SWT atas seluruh nikmat yang masih terus kita rasakan sampai detik ini, nikmat sehat, nikmat kesempatan, nikmat kekuatan, nikmat rizki dan terutama nikmat iman islam yang masih bersemayam di dalam dada kita. Kemudian tak lupa marilah senantiasa kita bersholawat kepada Rosulullah SAW, seorang tauladan yang telah Allah tunjukukan kepada kita untuk kita ikuti, semoga kita mendapatkan syafaatnya kelak. Amin ya Robbal alamin.
Selanjutnya khotib berwasiat kepada diri khotib dan jamaah sekalian, untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT dengan takwa yang sebenar-benarnya takwa, dengan ketulusan yang dalam dari kesadaran dan nurani kita.

Hadirin jamaah jum’at rohmakumullah
Rosulullah SAW bersabda kepada salah seorang sahabat yang meminta kepada beliau sebuah nasehat. Hadits ini dapat ditemukan dalam kumpulan hadits ‘arbain imam an-nawawi, yang diriwayatkan oleh Muslim. Yakni :
Artinya :
Abu Amr, -ada juga yang mengatakan- : Abu ‘Amrah, Sufyan bin Abdillah Ats
Tsaqofi radhiallahuanhu dia berkata, saya berkata : Wahai Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa
sallam, katakan kepada saya tentang Islam sebuah perkataan yang tidak saya tanyakan
kepada seorangpun selainmu. Beliau bersabda: Katakanlah: saya beriman kepada Allah,
kemudian berpegang teguhlah . (Riwayat Muslim).

Hadirin jamaah sholat jum’at rohimakumullah

Dengan hadits ini, yakni sabda Rosulullah SAW “Amantu billah t sumastaqim”  tersebut, kita dapat mengetahui bahwa istiqomah itu sangat penting sekali kedudukannya. Rosulullah SAW menyebutnya seiring dengan penyebutan keimanan kepada Allah SWT, bahkan keimanan itu perlu diiringi oleh ke-istiqomahan.


Iman , sebuah keyakinan pernyataan ketundukan kita kepada Allah SWT atas segala kehendak-Nya kepada kita dalam hidup di dunia ini. Ketundukan atas segala perintah-perintah-Nya yang harus kita lakukan dengan ikhlas, ketundukan atas pengekangan diri kita dari hal-hal yang menjadi larangan-Nya. Kita perteguh keimanan itu di dalam hati, lisan dan amal perbuatan, kemudia kita kuatkan dengan ke-istiqomahan untuk selalu dalam keimanan dan ketundukan itu.
Jamaah jum’at rohiakumullah, keimanan tanpa ke-istiqomahan sama saja seperti kebohongan atas keimanan itu, keimanan tanpa keistiqomahan hanya sekedar pernyataan keyakinan dalam benak lisan dan hati kita tanpa amal dan pembuktian atas keimanan itu. Sehingga ke-imanan itu perlu sekali disertai ke-istiqomahan didalamnya.
Jika kita bebicara tentang istiqomah, maka kita dapatkan pengertian Istiqomah yaitu berpegang teguh, selalu dalam konsistensi terhadap sesuatu hal. Dan dalam hal ini (yakni dalam konteks ke-imanan) istiqomah adalah berpegang teguh, konsistensi dalam keyakinan kita kepada Allah SWT , Konsisten dalam ketundukan kita kepada Allah SWT. Namun pertnyaannya kemudian adalah ‘bagaimanakah agar kita bisa senantiasa istiqomah?’

Lebih lanjut silahkan di download di sini

-----
Ma'raji :
Al-Qur'anul Karim berserta artinya, Syaamil, 2005
Sarah Hadits Arba'in An-Nawawiyah.
Amru Khalid, Ibadah Sepenuh Hati.

banner
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Follow by Email

Popular Posts