Kamis, 24 Januari 2013

Puisi Taman Hati


Taman Hati

Kubiarkan kupu-kupu berkunjung
Terbang menikmati taman hidupku
Bermanja di atas pohon fikiranku
Namun, tak kubiarkan ia merusak taman hati

Duhai Illahku
Kusemai benih keimanan
Kelak kupertanggungjawabkan kepada-Mu

Duhai Illahku
Siramilah tamanku dengan hujan kasih-Mu
Dengan selendang-Mu kuberlindung
Dari kerusakan taman hati ini
Dari kejahatan hama-hama setan menyesatkan
Buay Madang, 18 Maret 2006
“Ainan”*)


Note : 
Puisi ini adalah karya sahabatku yang menggunakan nama pena “ainan”. Aku selalu teringat akan dia, ketika aku rindu senyumnya, maka ku baca puisi ini. Ia adalah sosok sahabat yang setia, yang mau berbagi kala senang dan duka (walau ia tak mau berbagi duka terlalu banyak). Ia adalah sahabat waktu di SMA dulu. Ainan, ya begitu ia menamakannya waktu itu, yang artinya mata air. Karena ia ingin seperti mata air yang mengalirkan air kesucian dan kesejukan, elok ketika dipandang dan menghilangkan dahaga bagi yang kehausan, menyegarkan bagi yang membersihkan badan, menyuburkan tanah yang membutuhkan. Sedang diriku menamakanku angin (RiH) yang kusulap menjadi Ar-Rihan. Ainan kan ku ingat engkau selalu seperti pula ingatku pada yang lain, kan kurindukan engkau seperti rinduku pada sahabat yang lain. Semoga engkau selalu berbahagia di tempatmu bersama orang-orang yang engkau kasihi.siapakah “ainan?” ia adalah AHMADI JAMAL,  Ana ukhibuhu fillah. Mudah-mudahan kita masih memiliki kesempatan untuk bertemu. Amin
banner
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Follow by Email

Popular Posts