Sabtu, 20 Februari 2016

Pesta Menang Pilkada

Suasana pesta menang pilkada di Rejang Lebong.
Foto : Harian Rakyat Bengkulu
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentah telah usai, dan masing-masing kepala daerah yang terpilih sudah dilantik oleh pejabat terkait. Namun ada suatu hal yang mungkin telah menjadi kebiasaan di zaman saat ini, yakni pesta menang pilkada. Ada kepala daerah yang merayakan pesta dengan mengundang artis ibukota dan grup-grup musik dalam rangka merayakan kemenanganya bersama para pendukungnya.

Pesta menang pilkada dimaksudkan dengan istilah syukuran atas terpilihnya seorang kepala daerah yang telah resmi dilantik menjadi pejabat kepala daerah. Pada saat Jokowi menang pilpres 2014 yang lalupun Jokowi mengundang para pendukungnya di Monas dan melakukan pesta rakyat.

Khusus di Bengkulu, terpantau media di Kabupaten Lebong melalui Dinas PU Lebong sebagai penyelenggara akan melakukan pesta rakyat  dan menghadirkan Trio Macan, Fitri Karlina dalam rangka syukuran pesta pora menang pilkada. Begitu juga di Kabupaten Rejang Lebong telah diadakan pesta rakyat dengan menghadirkan Grup Band Setia di Kota Curup.

Mungkin sebagian orang menganggap pesta menang pilkada adalah sah - sah saja. Mengadakan syukuran kemenangan dan merayakannya dengan pesta pora makan-minum dan berjoget ria bersama artis - artis dainggap sebagai hal yang lumrah. Namun perlu diingat bahwa menang pilkada artinya seseorang khususnya kepala daerah tersebut telah berubah statusnya menjadi pemimpin yang memegang amanat rakyat. Amanat tersebut kelak akan dipertanggungjawabkan kepada rakyat dan kepada Allah SWT.
Jika kepala daerah yang terpilih memahami makna amanat yang sedang dipikulnya, dan memahami besarnya pertanggungjawaban di sisi Allah SWT, tentu ia tidak akan melakukan syukuran pesta pora atas kemenangannya sebagai kepala daerah. Karena pada hakekatnya amanah jabatan adalah ujian berat bagi manusia. Jika kepala daerah tidak menjalankan amanat kepemimpinannya dengan adil maka ia akan celaka. Jika kepala daerah tidak menjalankan amanat dengan sebaik-baiknya bahkan menipu rakyatnya maka ia akan menghadap Allah SWT dalam keadaan mendapat murka dari-Nya.

Pesta menang pilkada jika sering kali dilakukan oleh kepala daerah yang terpilih bahkan oleh hampir seluruh kepala daerah, maka hal ini bisa berkembang menjadi kebiasaan dan budaya. Padahal jika meniliki dari kaitannya dengan peran amanah yang dipikul, maka pesta menang pilkada ini sangat bertolak belakang. Apakah dimaksudkan pesta menang pilkada ini sebagi bentuk kebahagiaan atas pertanggungjawaban kelak yang dihadapi dihadapan Allah SWT? Padahal pesta pora, main musik dan berlaku berlebih-lebihan merupakan sesuatu yang tidak disenangi oleh-Nya.

Beruntunglah rakyat yang memiliki pemimpin yang bertakwa kepada Allah SWT, yang mendapatkan amanah sebagai sebuah musibah dan menjadikannya bersegera memenuhi kebutuhan rakyatnya dan menjalankan pemerintahan dengan sebaik-baiknya.
banner
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Follow by Email

Popular Posts