Selasa, 05 Juli 2016

Nasehat Seorang Datuk Kepadaku



Di sini aku menemukan orang yang memanggilku 'ananda'. Panggilan yang hanya ada dalam surat-surat ayahku kepadaku dan panggilan Ust KH. Nazir Hasan kepadaku.

Tapi disini, orang itu memanggilku langsung dengan sebutan itu. Dan ia mengajarkanku tentang Allah.

"Ananda, sesungguhnya yang memperjalankamu sampai disini bukan siapa-siapa. Tapi Dialah Allah yang berkehendak."

"Ananda, urusan-urusan yang kita lakukan ini kecil. Dialah Allah Yang maha besar, sepele urusan-urusan dunia itu."

"Ananda, kita ini diciptakan oleh-Nya sebagai pakaian kehendak-Nya, maka janganlah engkau bawa pakaian ciptaan-Nya itu berlaku maksiyat, nanti Ia akan murka."

"Ananda, berjalanlah terus mendekat pada-Nya, mohon petunjuk untuk selalu ingat kepada-Nya, karena sesungguhnya keindahan, kelapangan dan ketenangan itu ketika kita tak pernah luput dari ingat kepada-Nya."
"Ananda, janganlah engkau memperhatikan fisik dan bentuk tubuh, tapi perhatikanlah hati yang selalu hidup mengingat Allah, maka engkau akan dapati orang yang fisiknya kurang baik namun tetap indah, karena yang membuat indah itu adalah hatinya yang selalu hidup."

"Ananda, lindungilah dirimu dari nafsu yang membelenggu, yakni nafsu lauwamah, nafsu yang cenderung kepada keburukan. Dan pagarilah dirimu dengan nafsu yang lurus, yakni nafsu mutmainah, nafsu yang tenang, yang menjadikan jiwa tenang hanya berjalan menuju kepada-Nya."

"Ananda, kita tidak tau esok Ia akan memperjalankan takdir kita seperti apa, maka berbuat baiklah dan selalulah meminta kebaikan kepada-Nya."

"Ananda, hari ini engkau disini, Dialah yang menetapkannya. Hari ini kita bertemu dan berdiskusi, Dialah yang menghendakinya. Tapi esok, kita tidak tau kita akan dimana."

"Ananda, selamat menjalani hidupmu ditempat yang baru nanti, yang Ia memperjalankanya untukmu, mungkin kita akan jarang sekali bertemu, pesanku kepadamu, selalilah ingat kepada-Nya dimanapun engkau berada, selalulah bersama dengan-Nya, jangan sekali-kali engkau lalai dan terlena oleh kehidupan dunia ini, karena sesungguhnya kita ini milik-Nya."

Hemmm.. Terimakasih datuk..

*Catatan di https://www.facebook.com/beni.sumarlin [20 Juni 2014]
banner
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Follow by Email

Popular Posts