Jumat, 29 Juli 2016

Persahabatan di Warung Kopi Aceh yang Mengasikkan

Bersama Bang Pendi (kanan) di Warung Kopi Rumoh Aceh Bengkulu

Persahabatan memang tak mengenal umur, juga tak mengenal profesi, apalagi latar belakang suku yang dipunyai. Benarkan sobat? Itulah indahnya hidup mencari kebahagian dengan bersama-sama siapapun yang mau diajak berteman dan dengan membangun kebersamaan melalui persahabatan.

Petang itu saya berkunjung ke salah satu warung di Bengkulu, milik seorang pengusaha yang dengan senang gembira menerima persahabatan dengan siapa saja. Orangnya enak diajak bicara, ngobrol bahkan diskusi sambil mengungkap berbagai cerita. Dari sebelum maghrib saya berkunjung, tak terasa sampai hampir tengah malam asyik berbincang dengannya.

Namanya Effendi Muhammad Jamal. Di Bengkulu dikenal sebagai pengusaha. Ia asli dari Aceh dan warungnya yang saya kunjungi waktu itu memang Warung Kopi Rumoh Aceh milik beliau di Pintu Batu dekat Masjid Jamik Kota Bengkulu. Berbeda latar belakang, rentang umur dan profesi tidak membuat Bang Pendi (begitu saya memanggilnya) menjaga jarak dengan saya. Selain orangnya supel, ia orangnya ramah dan saya suka berdiskusi denganya, karena kalau diskusi banyak nyambungnya..hehe.


Warung Kopi Rumoh Aceh di Pintu Batu adalah salah satu usaha kuliner yang Bang Pendi kembangkan di Bengkulu. Mie Aceh dan Kopi Aceh menjadi menu khas yang menarik pengunjung. Saya pernah disuguhi mie Tsunami khas Rumoh Aceh ini, rasanya matap, dengan kuahnya yang menggelora ditambah macam-macam campuran yang tak terduga menjadikan mie spesial ini makanan yang cukup memuaskan penikmatnya.

Selain itu, mencicipi Kopi Aceh untuk pertamakalinya di warung ini membuat kesan lidah saya dijalari sedikit sensasi yang sulit digambarkan dengan ungapan kata-kata pada tulisan ini..hehe. Kopi murni yang disajikan khas teknik orang Aceh dengan disaring dan diangkat tinggi-tinggi itu, membuat lidah saya merasakan cita rasa kopi baru yang belum pernah saya nikmati sebelumnya. Menurut saya kopi ini terasa lebih ringan di lidah dengan aroma khas. Kata Bang Pendi, ini memang asli kopi yang diproduksi di Aceh yang dikenal dengan Kopi Gayo.

Selain Warung Kopi Rumoh Aceh, Bang Pendi juga memiliki warung makan di seputaran Pantai Panjang yang dikenal dengan Rumah Makan Ayam Lepas. Di Ayam Lepas ini menu yang terkenal ya Ayam sesuai namanya, tentu dengan variasi menu makanan yang lainya.

Namun ada satu hal yang saya suka dari Rumah Makan Ayam Lepas ini, yakni Art Space-nya. Warung Makan Ayam lepas menyediakan tempat untuk penampilan seni dan tempat berkumpul komunitas seni. Memang Bang Pendi selain dikenal sebagai pengusaha, iapun dikenal sebagai seniman, ia adalah seorang perupa yang terkenal di Bengkulu, banyak karya seni rupanya yang sudah tampil sampai pentas nasional. Nah, di Rumah Makan Ayam Lepas inilah sering komunitas seni berkumpul dan berdiskusi masalah seni, bahkan tidak jarang mereka menggunakan Art Space-nya untuk unjuk gigi menampilkan kreasi seni.

Kumpul bareng komunitas seni Ambin di Art Space and Cafe di Ayam Lepas

Saya beruntung bisa bertemu dan bersahabat dengan Bang Pendi, semoga persahabatan ini menambah berkah bagi saya dan beliau. Saya banyak belajar dan bersedia terus belajar dengan beliau. Itulah indahnya bersahabatan yang tak mengenal batasan, meski usia terpaut dan latar belakang yang berbeda.. Sukess deh untuk Bang Pendi.

Semoga sahabat-sahabat yang lainyapun punya sahabat yang baik dan bisa mendapatkan berkah dari persahabatanya ya. Saya siap menjadi sahabat bagi siapa saja yang berkenan bersahabat dengan saya. Mari menguatkan persahabatan.


banner
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Follow by Email

Popular Posts