Kamis, 18 Agustus 2016

Bendera Perlawanan yang Terkulai


Ilustrasi

Rabbana arinal haqo-haqo warzukna tiba'a wa arinal batila batila warzuknajtinaba..

(Ya Tuhan kami, tunjukkanlah kepada kami yang benar adalah benar dan anugrahi kami untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami yang batil adalah batil dan berilah kami kekuatan untuk menjauhkannya).

Kebenaran dan kebatilan pada hakekatnya terus berpacu, bertempur dan berbenturan di setiap tempat dan keadaan. Orang-orang yang secara sadar memilih jalan batil menjadi penolong dan pelindung kebatilan. Begitupun orang-orang yang memilih jalan kebenaran (al haq) menjadi penolong dan pembawa risalah al haq tersebut.

Jika induk dari kebatilan adalah kekafiran/kemusyrikan, kemunafikan, dan kemungkaran, maka induk dari al haq adalah keimanan, ketakwaan, dan kebajikan.

Jika makar, tipu daya dan kemaksiyatan adalah puncak senjata kebatilan, maka jihad, al qur'an dan ketaatan adalah senjata kebenaran.


Jika zionis adalah pucuk pimpinan komando panglima kebatilan, maka siapakah pucuk pimpinan panglima kebenaran?

Jika preman-preman dan bandit-bandit kelas teri adalah kelompok pasukan terendah dari kebatilan, maka siapakah kelompok pasukan dari tentara kebenaran yang paling rendah?

Khalifah Ali bin Abi Thalib r.a pernah menyampaikan, "kebatilan yang terorganisir akan mengalahkan kebenaran yang tak terorganisir."

Jika kebatilan terorganisir bagaikan gurita, maka bagaimanakah dengan kebenaran yang kini ada?

Kelompok kebatilan semakin merajalela, sedangkan orang-orang baik tersebar tanpa ada yang menyatukanya, bahkan sebagian besar terjebak fanatisme buta.

Para pendukung dan penikmat kebatilan, mereka bersatu dan saling mendukung atas dasar kepentingan, keuntungan, dan setiakawan. Berlandaskan nafsu, sifat sombong dan harta dunia mereka bekerjasama saling menguatkan.

Lantas bagaimana dengan kebenaran? Orang-orang baik banyak terserak belum terkoneksikan, mereka tersebar belum ada yang menyatukan. Padahal mereka punya bendera yang sama bernama Islam, hanya saja nampaknya bendera itu terkulai dalam diam, bahkan dinista dan dipinggirkan.

banner
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Follow by Email

Popular Posts