Rabu, 31 Agustus 2016

Bolu Kopi Kelobak Produk Kuliner Kreatif di Bengkulu

Pamer Bolu Kopi : Mahasiswa Unihaz saat memamerkan produk Bolu Kopi Kelobak hasil kreasi kelompok Kukerta Unihaz di stand bazar di depan kampus Unihaz pada Selasa (30/8/2016).

 Namanya Bolu Kopi Kelobak, merupakan produk olahan bubuk kopi dan adonan terigu yang diolah menjadi makanan sejenis agar-agar bolu. Produk makanan kreatif ini diciptakan oleh mahasiwa Universitas Prof. DR. Hazairin, SH (Unihaz) Bengkulu saat melakukan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta), atau sering juga disebut KKN, di  Desa Kelobak Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahian Provinsi Bengkulu.

Pada awalnya warga desa Kelobak belum mengenal jenis makanan olahan dari bubuk kopi ini, namun berbekal ide kreatif dan keterampilan membuat roti agar-agar, mahasiwa Unihaz akhirnya mampu mengkreasikan bubuk kopi yang banyak tersedia di desa tersebut menjadi makanan olahan yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi.

Adalah Eka Fitrianti, salah seorang aggota mahasiwa Kukerta dari Fakultas Hukum Unihaz yang memiliki ide dan mengembangkan produk kopi menjadi makanan olahan bolu kopi tersebut. Kini makanan ini sudah mulai diproduksi oleh beberapa warga di Desa Kelobak.

Bolu Kopi Kelobak sudah diiris dan dibungkus plastik

Rasanya yang manis dan lembut ditambah cita rasa kopi terasa semakin enak dimakan. Bagi para pecinta kopi, mungkin bisa mencoba Bolu Kopi Kelobak ini untuk melengkapi selera hidangan kopi hangat Anda. Meski belum menjangkau pasar di ibu kota provinsi namun menurut Eka Fitrianti, Bolu Kopi Kelobak ini sudah mulai mendapatkan pasarnya di Kepahiang.

Jenis bolu ini bisa dipesan untuk momen-momen acara ulang tahun, atau acara-acara keluarga yang menyediakan hidangan makanan ringan untuk tamu. Bentuknya Bolu Kopi Kelobak yang sudah dikreasikan sedemikian rupa dengan 3 warna ini menjadikan makanan ini nampak elegan dan layak dihidangkan bagi tamu-tamu istimewa.

Salah satu saran penyajian Bolu Kopi Kelobak ini yakni sebaiknya dimasukan kedalam kulkas atau lemari es, karena saat dingin rasa bolu ini terasa lebih nikmat. Selain itu, bolu inipun hanya mampu bertahan maksimal 3 hari jika tanpa didinginkan.

Harga Bolu Kopi Kelobak ini satu loyangnya Rp 40.000,- dan jika membeli dalam bentuk irisan kecil, 1 iris dihargai Rp 1.500,-. Hariga ini tidak jauh berbeda dengan harga-harga kue pada umumnya yang cukup terjangkau berbagai kalangan.

Produk-produk lokal hasil kreatifitas mahasiwa Unihaz ini patut mendapat apresiasi, selain mampu meningkatkan nilai ekonomi produk kopi, juga bisa membuka peluang lapangan kerja baru bagi warga di Desa Kelobak dan sekitarnya.




banner
Previous Post
Next Post

5 komentar:

  1. Bentuknya lucu, gimana rasanya yah?

    BalasHapus
  2. Kalau ke Bengkulu, rasanya pengen Coba.
    Sudah dijual di Anggut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum ada Mas Rio, baru dijual di Kepahiang.
      Kemarin diperkenalkan di stand bazar Unihaz.

      Hapus
  3. mas rio, klo mau coba cicip pesen dlu ya ,,hehhee

    BalasHapus

Follow by Email

Popular Posts