Senin, 08 Agustus 2016

Jakarta Harus Dipimpin Oleh Orang yang Melampaui Kotanya

Ilustrasi : Orang-orang membersihkan sampah sisa malam tahun baru di seputaran Monas Jakarta

Jakarta adalah ibukota negara, tempat semua urusan pemerintahan negara diatur dan diselesaikan. Semua orang hebat berkumpul di Jakarta, pusat kekuasaan, pusat administrasi kenegaraan, sekaligus pusat ekonomi, bahkan ada yang mengatakan pusat segala masalah pun di Jakarta.

Bertahun-tahun masalah Jakarta itu-itu saja. Banjir tiap tahun tak kunjung teratasi, macet hampir sepanjang hari, kesenjangan antara si kaya dan simiskin yang semakin menjadi. Bahkan baru-baru ini orang-orang miskin semakin tidak mendapatkan tempat akibat penggusuran paksa oleh Pemda DKI.

Momentum pemilihan Gubernur DKI pada 2017 mendatang hendaklah menjadi momentum yang benar-benar dimanfaatkan untuk mengatasi masalah bagi Jakarta, bukan momentum untuk menambah masalah bagi Jakarta. Pemimpin Jakarta harus bijak dan cerdas, bukan congkak, temperamen, dan ngesok pengen menang sendiri.


Jakarta sebagai ibukota negara jangan menjadi daerah yang egois karena ke-egoisan pemimpinnya. Jakarta harus berfikir besar melampui dirinya sendiri. Jakarta tempat berkumpulnya orang-orang hebat, maka iapun sebagai daerah yang hebat harus benar-benar menjadi hebat dalam memberikan teladan dalam kebaikan, bukan paling hebat dalam kebobrokan dan mulut tak sopan.

Jakarta harus malampaui dirinya untuk memberikan sebesar-besar manfaat bagi bangsa dan negara. Bisa dibayangkan karena masalah Jakarta yang semakin menumpuk-numpuk seperti sekarang ini, orang-orang jadi berfikir ingin memindahkan ibukota negara ke daerah lain, sudah tidak betah dengan Jakarta.

Jakarta harus bisa melampaui dirinya sendiri untuk menopang pemerintahan negara yang besar ini, bukan menjadi beban bagi negara dan jadi anak emas yang manja melebihi daerah-daerah terpencil lainya yang sesungguhnya lebih banyak butuh perhatian.

Oleh karena itu, Jakarta harus dipimpin oleh orang yang melampaui kotanya. Kota Jakarta banyak masalah, maka orang yang layak memimpin Jakarta adalah orang yang melampui masalahnya, bersih dari sangkutan masalah, apalagi indikasi korupsi. Jakarta harus dipimpin oleh orang yang bijak dan sopan dalam berbicara, karena Jakarta butuh ketenangan dan keharmonisan, bukan hingar bingar dan sumpah serapah yang dipertontonkan.

Jakarta harus dipimpin oleh orang yang tulus sepenuh hati dalam memberi dan melayani bukan orang yang petantang-petenteng citra sana sini agar dianggap hebat dan disegani.

Jakarta harus dipimpin oleh orang yang sabar dan menyukai kelembutan, yang kebijaksanaanya bagaikan embun dipagi hari yang menyejukkan. Bukan orang yang temperamen, gusur sana sini sekehendak sendiri menambah kegersangan suasana hati bagi orang - orang yang sudah sumpek dan kepanasan setiap hari.

Jakarta gaduh butuh sosok penentram, jakarta panas butuh sosok yang sejuk memberi nyaman, bukan yang suka gaduh menambah gaduh, suka panas dan manas-manasin.

Jakarta harus dipimpin oleh orang yang melampaui kotanya agar membawa Jakarta melampaui dirinya dan mampu memberi teladan yang gemilang bagi daerah-daerah lainya. Bukan kota yang sibuk dengan dirinya sendiri, yang tak kunjung bisa keluar dari masalahnya sendiri, bahkan semakin bertumpuk-tumpuk tak teratasi.

Jakarta harus dipimpin oleh orang yang malampaui kotanya agar Jakarta mampu  berfikir mendunia membawa bangsa Indonesia bermartabat dan memberikan sumbangsih bagi perdamaian dunia yang saat ini sedang mengalami krisis bagi kemanusiaan di mana-mana.

Warga Jakarta sebagai pemilih nanti harus cerdas dalam memilih, pilih yang bijak, cerdas, sopan, bersih dari korupsi, dan melampaui dirinya, agar Jakarta bisa menjadi kebanggaan kita semua bangsa Indonesia. Karena Jakarta bukan hanya milik warga Jakarta.

banner
Previous Post
Next Post

1 komentar:

Follow by Email

Popular Posts