Senin, 12 Desember 2016

Maulid Nabi dan Pelajaran yang Sesuai Pada Zaman Ini [Pelajaran Pertama]


Momentum Hari Besar Islam selalu dirayakan di negeri kita dari tahun ke tahun. Berbagai pelajaran kita ambil dan kita ulang-ulang dari tahun-ketahun. Pelajaran tentang berbagai hal dalam mengarungi kehidupan dalam berislam dan menjalani kehidupan didunia ini.

Pada peringatan Isra' Mi'raj, kita diingatkan dengan perintah sholat lima waktu yang dibawa oleh Rasulullah SAW setelah menghadap Allah SWT di Sidrotul Muntaha yakni langit ke tujuh. Nasehat menguatkan hubungan ubudiyah kepada Allah SWT melalui peringatan Isra Mi'raj memang sangat tepat untuk kaum muslimin, agar kewajiban utama menjalankan sholat lima waktu jangan sampai terlalaikan.

Ini sangat sesuai sekali melihat kondisi kaum muslimin mulai banyak yang melalaikan ibadah sholat, khususnya sholat berjamaah di masjid. Banyak saat ini masjid-masjid berdiri megah namun minim jamaah yang mengerjakan sholat lima waktu secara berjamaah di masjid-masjid tersebut.

Nah, saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada kondisi zaman saat sekarang ini, pelajaran apakah yang paling sesuai untuk dilakukan oleh kaum muslimin?
Seperti diketahui, seluruh aspek kehidupan Nabi Muhammad SAW mengandung suri tauladan yang baik bagi kaum muslimin, kisah perjalanan sejarah yang dialami oleh Nabi menjadi salah satu pelajaran yang bisa diambil.

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (Al-Ahzab : 21)

Berikut beberapa pelajaran yang sesungguhnya sangat penting untuk diperhatikan dan diamalkan pada kondisi zaman saat sekarang ini.

Pertama, Rasulullah diutus menjadi Nabi pada saat kondisi masyarakat yang jahil, sesat logika, gemar melakukan hura-hura, minum-minuman keras, judi, melakukan pelecehan terhadap perempuan dan sering melakukan pembunuhan, menindas kaum yang lemah, tidak memiliki persatuan, bahkan gemar melakukan perang antar etnis / kabilah diantara mereka.

Nah, jika kita menilik pada kondisi masyarakt saat sekarang ini, nampaknya tidak jauh berbeda dengan zaman Nabi dahulu. Kondisi masyarakat sekarang ini juga jahil, banyak yang tertipu oleh kehidupan duniawi. Banyak masyarakat saat ini yang tertipu dengan memandang hebat pangkat, jabatan dan penampilan padahal jiwanya kerdil dan menjadi pesakitan saat didakwa terbukti melakukan korupsi dan tindak kejahatan.

Kalau dahulu pada zaman Nabi masyarakt jahil menjadikan patung-patung sebagai sesembahan mereka, nah pada zaman sekarang ini masyarakat jahil menjadikan matrealisme dan kehidupan duniawi sebagai sesembahan mereka.

Masyarakat sekarangpun banyak yang sesat logika. Jika pada zaman Nabi dahulu masyarakat sesat logikanya dengan menuduh Nabi sebagai orang gila dan penyihir, padahal mereka sendiri mengetahui bahwa Nabi bukanlah orang gila apalagi penyihir, bahkan mereka masih mengaggap Nabi adalah orang yang paling mereka percayai dengan tetap menitipkan barang-barang berharga milik mereka kepada Nabi (barang-barang titipan ini oleh Nabi dikemudian hari dikembalikan kepada mereka sebelum Nabi hijrah ke Madinah).

Mereka juga menganggap Nabi sebagai pemecah belah persatuan, merusak hubungan keluarga, hubungan majikan dengan budaknya, dan merusak hubungan anggota kabilah atau suku mereka. Padahal mereka mengetahui bahwa Nabi mengajarkan persatuan tanpa kelas dan mengajarkan kasih sayang pada keluarga dan penyatuan bagi setiap suku bangsa.

Nah, pada zaman sekarang ini, banyak masyarakat yang sesat logikanya dengan menyatakan bahwa para ulama dan dai umat Islam yang mengajarkan kandungan Alqur'an dan membela agamanya sebagai orang yang arogan dan intoleran, melakukan perpecahan bangsa dan merusak persatuan, padahal mereka sendiri mengakui bahwa para ulama dan umat Islam sejak dari dahulu merupakan pembela paling kuat bagi keutuhan bangsa dan negara dari penjajahan orang asing, bahkan ada yang memberikan kepercayaan penuh dan mengakui dengan tegas bahwa umat Islam adalah benteng terakhir negara kesatuan ini.

Mereka juga mengakui bahwa aksi umat Islam adalah aksi yang paling damai, paling tertib dan mengagumkan sepanjang sejarah, tak ada keburukan yang ditimbulkan sedikitpun atas tindakan kaum muslimin saat melakukan aksi unjuk rasa.

Selain itu tidak sedikut juga kalangan orang yang sesat logikanya dengan menyematkan umat Islam yang taat beribadah dan kuat menjalankan syariat Islam sebagai ciri-ciri seorang teroris, padahal mereka sendiri mengetahui bahwa umat Islam yang taat pada agamanya tidak mungkin melakukan tindakan terorisme. Sesat logika akibat opini media-media telah menjadikan masyarakat sekarang tak jauh berbeda dengan masyarakat jahiliah zaman Nabi melakukan dakwah dahulu.

Pada zaman Nabi, masyarakat banyak yang melakukan hura-hura, minum-minuma keras, berjudi, dan melakukan pelecehan pada perempuan. Maka pada zaman sekarang ini kondisinya tidak jauh berbeda. Kehidupan hedonisme, pesta-pesta, narkoba bahkan minum-minuman keras dilegalkan dimana-mana, sudah tidak asing lagi bagi kita.

Pelecehan terhadap kaum perempuan kerap kali tejadi dimana-mana. Sudah sangat banyak kasus-kasus pelecehan terhadap perempuan pada zaman ini, pemerkosaan, kekerasan dan jenis-jenis pelecehan lainnya menjadi sesuatu hal yang tak asing lagi.

Nah, melihat kondisi saat sekarang ini yang tidak jauh berbeda dengan zaman dakwah Rasulullah zaman dahulu, maka umat Islam sekarang ini musti meniru dan mentauladani cara Nabi mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapinya dahulu.

Bagaimana Rasulullah memerangi salah penyembahan (kesyirikan) dengan mengajarkan tauhid yang murni dengan hikmah dan berlaku keras kepada orang-orang kafir sampai memeranginya. Bagaimana Rasulullah meluruskan kesesatan logika mereka dengan hujah yang nyata dari Al Qur'an dan memberikan teladan terbaik dalam akhlak dan segala tindakan.

Mentauladani bagaimana cara Rasullah memerangi hedonisme dengan hidup zuhud, memerangi miras dengan mengharamkannya, memerangi pelecehan terhadap wanita dengan menyamakan kedudukanya dengan laki-laki dan mengharamkan zina serta memerintahkan menjauhi segala hal yang mendekatkannya, memerintahkan kepada setiap wanita untuk menutup auratnya dan menegakkan hukum dengan sebenar-benarnya demi melindungi kehidupan kaum muslimin.

Demikianlah cara yang dilakukan Nabi pada zaman dahulu dalam memperbaiki kondisi masyarakat yang kondisinya tidak jauh berbeda dengan kondisi masyarakat saat ini. Sehingga sudah selayaknya umat Islam sekarang melalui momentum peringatan Maulid Nabi ini untuk mengikuti ajaranya memperbaiki kondisi umat, agar umat ini kembali menjadi umat terbaik sebagaimana sebutan para sahabat sebagai umat terbaik hasil didikan Rasulullah dahulu.

"Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.."(Ali Imron : 110)

Demikian pelajaran pertama., insya Allah bersambung pada pelajaran kedua. Semoga Sholawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW dan kepada keluarga serta sahabat dan para pengikutnya yang terus mengikuti jalan petunjuknya. Amiin.
banner
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Follow by Email

Popular Posts