Senin, 09 Januari 2017

Kenapa Harga - Harga Harus Naik Tahun 2017 Ini ?


(Ilustrasi : Sumber kompasiana.com)

Sobat, bagaimanakah tanggapamu mengenai kenaikan harga-harga di awal tahun 2017 ini? Tentu kita semua sudah tau ya, bahwa harga BBM naik,a Pajak pengurusan STNK, BPKB naik, tarif dasar listrik (TDL) juga naik, belum lagi kabarnya harga Gas Elpiji juga naik.

Kenaikan-kenaikan itu pada umumnya disebabkan oleh pencabutan subsidi oleh pemerintah. Seperti misalnya BBM jenis pertalite yang kini hampir sepenuhnya menggantikan BBM jenis premium. BBM jenis Pertalite merupakan BBM non subsidi sehingga harganya diserahkan kepada mekanisme pasar. 

Juga mengenai tarif dasar listrik, terdapat pencabutan subsidi bagi pengguna listrik dengan kapasitas 900VA yang banyak digunakan oleh masyarakat, termasuk Gas Elpiji. Khusus kenaikan pengurusan pajak STNK/BPKB yang naik sampai 3 kali lipat, ini yang sempat bikin heboh dan riweh kantor samsat di beberapa daerah. Soalnya sebelum diterapkan tanggal 5 Januari kemarin orang-orang berbondong-bondong membayar pajak kedaraan tersebut sebelum masa berlaku tarif baru.

Belum lagi kita juga sudah merasakan naiknya harga cabai di pasaran yang sampai 100ribu per kilogram. Pengusaha sambel pecelpun akhirnya mengurangi produksi sambelnya disebabkan kenaikan harga cabai ini. Kebayangkan, sambel pecel kalau gak pedes ya kurang mantap rasanya.

Bagi saya pribadi, kenaikan harga berbagai kebutuhan ini sangat berat terasa. Bagaimana tidak? setiap hari saya mengandalkan motor untuk pergi ke tempat kerja, nyari berita dan ke kampus. BBM yang dieceran sekarang lebih banyak yang jenis pertalite ketimbang yang jenis premium. Kalkulasi saya dalam sehari bisa rutin pengeluaran buat beli bensin sampai 2 liter.

Belum lagi beban bayar listrik, dengan pendapatan yang pas-pasan, kenaikan tarif listrik ini membuat keluarga saya harus merogok kantong lebih dalam, padahal isinya gak pernah berada di kantong terdalam. Apalagi kalau bicara gas elpiji, hemm. Bahan ini adalah satu-satunya bahan bakar yang digunakan, sudah lama kami di kampung tidak menggunakan kayu bakar lagi.

Kalau misal gas elpiji yang 3 kg dicabut subsidinya, atau mulai ditarik dari peredaran seperti yang sudah berkembang diganti menjadi gas elpiji yang 5kg, waduh, kami bakal kerepotan. Apalagi keluarga yang di dusun kami mengandalkan pendapatan dari pertanian, sedangkan musim sekarang tidak menentu.

Sebenarnya kami berharap ditahun 2017 yang penuh tantangan dan kondisi iklim dan musim yang tidak menentu ini, janganlah pemerintah menaikkan harga - harga, apalagi yang langsung dirasakan oleh masyarakat secara luas. Khawatir pengeluaran akan semakin besar dan nanti kami akhirnya gak bisa bayar uang sekolah, uang kuliah dan biaya kesehatan, soalnya kesehatan orang tua sudah mulai menurun. Kami pakai PBJS yang berbayar tapi sesuai kebejikan terbaru angsuran BPJS itu naik juga. 

Hemm.. Semoga pemerintah membatalkanya.
_penuh harap :)

banner
Previous Post
Next Post

2 komentar:

  1. Kalau semua harga naik, berdoa aja di tahun ini kita makin kaya. Entah apa rencana pemerintah selalu menaikan harga-harga yang ada di negara ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, berdoalah terakhir yg bisa kita lakukan setelah berusaha semaksimal mungkin.

      Hapus

Follow by Email

Popular Posts