Senin, 17 April 2017

Puncak Kebahagiaan Adalah Perjumpaan


Sahabat, taukah kita bahwa puncak dari rasa bahagia adalah perjumpaan? Dan pangkalnya berawal dari kerinduan? Sesungguhnya orang-orang yang punya rasa rindu ia mendamba bahagia. Orang - orang yang ingin bahagia pada dasarnya berawal dari harapan dan kerinduan. Saat harapan dan rasa rindunya terpenuhi maka rasa bahagianya menyala.

Rasa bahagia tidak akan bisa diukur kadarnya, semakin tinggi harapan dan rasa rindunya maka semakin besar rasa bahagia saat terwujudkannya. Jika sesorang tidak punya rasa rindu, maka puncak rasa bahagia akan berlalu. Jika sesorang tak pernah mendamba maka puncak rasa bahagia akan jauh darinya.

Namun bahagia bukan terbatas hanya karena rindu dan damba, rindu dan damba adalah awal dari puncak rasa bahagia, dan puncak dari rasa bahagia adalah saat - saat berjumpa. Orang yang teramat punya rasa rindu, maka puncak kehabagiaan yang akan ia dapatkan adalah saat - saat terpenuhinya rasa rindu itu.

Disinilah puncak perasaan bahagia bermula. Disaat rasa rindu berkecamuk di dalam dada, rasa damba menggelora sepenuh jiwa, ia menanti dengan sebenar-benarnya, tiba - tiba datang saat berjumpa, maka puaslah semua keinginan dalam dirinya. Inilah puncak kebahagiaan yang sesungguhnya.

Ini bukan bahagia yang biasa, bukan kebahagiaan penghamba dunia, semisal seorang miskin mendamba kaya yang merasa bahagia saat kaya menghampirinya atau seseorang yang gila pangkat jabatan saat hal itu ada ditangan. Ini tentang hakekat bahagia pada puncaknya.

Sahabat, apakah engkau mendamba kecukupan? Apakah engkau mengingini kemewahan? Jika engkau dapati semua itu, maka tentu engkau akan bahagia. Tapi ada bahagia lain yang tidak akan sanggup engkau gambarkan, yakni saat dirimu bertemu dengan seseorang yang teramat engkau rindui dan ia menyambutmu dengan penuh kerinduan pula. Inilah puncak bahagiamu.

Syurga dipenuhi dengan kemewahan maka siapapun yang masuk ke dalamnya tentu akan merasa senang dan bahagia, tapi itu bukan puncaknya. Puncak bahagia dari para penduduk syurga adalah saat - saat perjumpaan dengan Rabbnya, yakni Allah SWT. Inilah hakekat bahagia yang sesungguhnya, yang tak akan tergambarkan dengan apapun juga. Disaat yang dicipta berjumpa dengan penciptanya.

Rasa bahagia saat mendengar ungkapan kata : Wahai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, masuklah kedalam syurga-Ku.

Rasakalanlah ungkapan istimewa bagi mereka yang beriman kepada Allah kerinduan mendapatkan perjumpaan dengan-Nya, mereka berjalan dan berjuang menuju Allah untuk menjumpainya dengan amal shalih, dan mereka pasti akan menjumpai-Nya. "Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui"(29 :5).

Dan betapa indahnya ungkapan bagi mereka yang beramal sholih bahwa Allah hapuskan dosa-dosanya dan membalas amal sholihnya dengan balasan yang lebih baik bagi mereka. "Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan." (29:7)

Sahabat, tahukah engkau, bahwa sesorang yang merindui perjumpaan dengan Allah, mereka berjuang dalam penantian dan kerinduanya, oleh karenanya Allahpun rindu dengannya dengan memudahkan jalan-jalan menuju perjumpaan dengan Nya, " Dan orang-orang yang berjihad (berjuang dengan sungguh-sungguh) untuk menuju (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami." (29: 69)

Terakhir bayangkanlah kebahagiaan yang tiada terkira saat perjumpaan yang didamba, "Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya, berupaka kenikmatan yang tak terkirakan yakni melihat Tuhanya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan, muka mereka berseri-seri dan tidak ada sedikitpun tanda kesusahan. Mereka itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya." (10:26)

Semoga kita mampu merindu dan mendamba sehingga merasai puncak kebahagiaan seorang hamba.
wallohua'lam.


banner
Previous Post
Next Post

2 komentar:

  1. Sangat Mengena, hanya orang yang mencintai yang bisa merindui. Jika tak cinta bagaimana bisa merindui. Semoga Tulisan ini membawa kita bertambah cinta dan meningkat rasa rindunya kepada Sang Pencipta.

    Thanks Mas Ben. Tulisannya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. Dan yang terpenting adalah rasa,terimaksih pencerahannya mas Ben . .

    BalasHapus

Follow by Email

Popular Posts