Kamis, 28 Desember 2017

Kisah Unik Nabi Musa a.s. Mencari Ilmu (18:60-82)




Kisah yang kedua kita dapati di dalam surat Al Kahfi ini yakni kisah Nabi Musa a.s. mencari ilmu, ayat 60 sampai 82.

Baca juga :
Kisah dan Hikmah Unik Ashabul Kahfi

Diceritakan diayat tersebut bagaimana Nabi Musa a.s. mencari kediaman seorang guru dan menemukanya untuk selanjutnya memohon diri untuk belajar kepadanya. Sebagian ulama menyebutkan guru Nabi Musa a.s. itu adalah Nabi Khidir a.s.

(Sebagian ulama dan pemikir pendidikan islam, mengambil kisah ini sebagai salah satu dasar rujukan dalam menjalankan proses pendidikan islam, namun kali ini kita tidak akan membahasnya).

Bagian unik pertama yang kita temukan dalam kisah ini adalah sosok Musa a.s. Siapakah dia? Kebanyakan kita tentu sudah faham bawa Musa adalah salah seorang Nabi yang mulia, dan ia dikenal sebagai Nabinya Bani Israil, nabi yang menyelamatkan Bani Israil dari kezaliman penguasa paling zalim di masanya, yakni Fir'aun.

Musa a.s. adalah tokoh yang melawan kezaliman penguasa terhebat dizamannya. Ia Nabi dan Rasul, diperintahkan oleh Allah untuk belajar suatu ilmu kepada Khidir, yang disebutkan oleh Allah sebagai seorang hamba dari hamba-hamba Kami.

Ilmu apakah yang diajarkan Khidir a.s. kepada Musa a.s? Ini salah satu pokok penting dan keunikan  kisah ini.

Dalam perjalanan mereka (Khidir dan Musa), Khidir mengajarkan 3 hal lewat kebijakan yang dilakukannya.

Pertama, Khidir melobangi perahu orang miskin yang bekerja di laut yang perahunya mereka tumpangi. Kedua Khidir membunuh seorang anak kecil, dan ketiga Khidir menegakkan dinding sebuah rumah yang hampir roboh di sebuah negeri yang penduduknya kikir terhadap mereka berdua (18:71-77).

Tiga hal itu tak masuk akal bagi Musa sehingga ia melakukan protes. Tiga hal irrasional bagi akal kita yang belum mengerti.

Khidir bertindak berdasarkan wahyu dan ilmu yang ia dapatkan dari Allah SWT. Dan ia mengajarkan hikmah dan rahasia berbagai perbuatannya itu kepada Musa (18:79-82).

Perahu milik orang miskin yang bekerja dilaut itu sengaja ia lubangi karena didepanya akan berhadapan dengan seorang raja zalim yang merampas setiap perahu yang bagus.

Anak kecil yang ia bunuh adalah seorang anak yang kafir sedangkan orang tuanya mukmin, dikhawatirkan anak itu dikemudian hari akan memaksa kedua orangtuanya menjadi kafir.

Dinding rumah yang diperbaikinya adalah milik dua anak yatim di negeri itu yang dibawahnya terdapat harta warisan ayahnya yang saleh, agar kelak ketika sudah dewasa mereka bisa menggunakanya.

Tiga pelajaran yang luar biasa..
Pertama mengajarkan bagaimana cara menyelamatkan rakyat dari kezaliman pemimpin, mengajarkan bentuk kepedulian pada masalah-masalah rakyat dan bertindak melawan kesewenang-wenangan pemimpin.

Kedua, mengajari agar menghentikan kekafiran mulai sejak dini, menjaga dan melindungi keimanan seseorang merupakan hal yang utama.

Dan yang ketiga mengajarkan tentang memelihara dan melestarikan kebaikan dg tanpa mengharap balasan dari siapapun.

Lanjutan

banner
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Follow by Email

Popular Posts