Kamis, 28 Desember 2017

Zulqarnain Mengarungi Dunia





Kisah ketiga yang unik dalam Surat Alkahfi yakni kisah tentang perjalanan seorang tokoh bernama Zulqarnain (18:83-99).

Dalam kisah ini banyak sekali kita temukan hal-hal irrasional.

Baca juga sebelumnya :
Kisah Unik Nabi Musa a.s. Mencari Ilmu
Kisah Unik Ashabul Kahfi
 
Siapakah Zulqarnain itu? Dia adalah seorang tokoh hebat di zamannya, seorang yang diberikan kedudukan oleh Allah SWT di muka bumi. Dia adalah pemimpin hebat dan seorang yang memiliki kuasa atau pengaruh. Beberapa peneliti sejarah di dunia ada yang menyebutnya sebagai Iskandar Yang Agung.

Zulqarnain ini merupakan pemimpin yang dianugrahi suatu yang istimewa oleh Allah. Ia bisa menempuh perjalanan ke mana saja sesuai keinginannya, "Kami telah memberikan jalan kepadanya untuk mencapai segala sesuatu" (18:84). Ia bisa menempuh jalan menuju ke barat sampai di ujung barat tempat matahari tenggelam. Iapun bisa menempuh jalan ke arah timur sampai di ujung timur tempat matahari terbit.

Saat ia menempuh perjalanan ke barat, ia melihat matahari tenggelam di dalam lautan lumpur hitam. Dan saat ia pergi ke timur didapatinya matahari terbit dan suatu negeri tak ada pelindung sedikitpun dari sinar matahari yang sangat terik.

Zulqarnain menjalankan misi kepemimpinan di dalam perjalanannya berdakwah kepada manusia, menolong orang lemah, dan melindungi segolongan manusia yang meminta perlindungan.

Disuatu negeri yang diapit oleh dua gunung, ia menemukan penduduk yang terancam oleh Yakjuj dan Ma'juj, mahluk perusak yang paling merusak di muka bumi. Penduduk itu memohon kepada Zulqarnain agar dibuatkan dinding penghalang diantara mereka.

Akhirnya zulqarnain membuatkan dinding bagi mereka dari besi dan cairan tembaga, tinggi dinding besi itu setinggi puncak gunung dan panjangnya sepanjang jarak antara dua gunung itu. Dinding itu tidak bisa didaki saking tingginya dan tidak bisa dilubangi saking tebalnya.

Satu hal luar biasa dan bisa jadi sangat irrasional sehingga menjadi sebuah keajaiban dunia pada masanya, sebagaimana bangunan-bangunan saat ini yang dinyatakan sebagai keajaiban dunia.

Diakhir kisah, sang pemimpin yang disegani ini mengatakan bahwa dinding itu adalah rahmat dari Tuhanku dan apabila janji Tuhaku telah datang, Dia akan menghancurkanya.

Para ulama ada yang mengatakan bahwa saat dinding itu hancur adalah saat-saat menjelang hari kiamat. Ya'juj dan Ma'juj terbebas dari dinding pembatas itu dan berbaur dengan manusia sehingga melakukan kerusakan yang sangat di muka bumi.

Lanjutan
 


banner
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Follow by Email

Popular Posts