Kamis, 04 Januari 2018

Pelajaran Penting Tiga Kisah di Surat Al-Kahfi dan Fitnah Dajjal




Dari tiga kisah di atas kita mendapatkan berbagai hikmah, terutama salah satu benang merahnya adalah kata PEMIMPIN atau Penguasa / Raja.

Kisah Ashabul Kahfi berkaitan dengan kezaliman penguasa yang menyebabkan munculnya toloh para penghuni gua. Kisah Musa a.s. juga erat kaitanya dg Pemimpin, Musa adalah pemimpin Bani Israil yang melawan Fir'aun sang Pemimpin zalim, Khidir adalah Nabi yang membersamai dan mengajarkan kepada Musa tentang bagaimana peduli terhadap permasalahan rakyat menghadapi pemimpin.

Begitu juga Zulqarnain, ia adalah orang yang dianugrahi kepemimpinan oleh Allah SWT. Tokoh pelakunya langsung. 

Lalu siapakah Dajjal itu? Sebagian besar ulama sependapat bahwa Dajjal adalah seorang tokoh berpengaruh diakhir zaman yang akan menyebarkan fitnah kepada manusia dan menyesatkan mereka dari jalan Allah SWT.

Ia ibarat tokoh pemimpin para penyeru kesesatan dan bahkan ia sendiri manusia hebat dalam kepemimpinanya menyesatkan manusia diakhir zaman. Ia akan banyak melakukan hal-hal irrasional yang membuat manusia terkagum-kagum dan terpana.

Ketika ia menunjuk langit, langit menurunkan hujan, ketika ia menunjuk bumi maka bumi mengeluarkan simpananya berupa harta dan banyak tumbuhan makanan, ia bisa menempuh suatu perjalanan dengan sangat cepat seperti mengendarai angin dan ia bisa melakukan banyak hal yang luar biasa dalam rangka menyesatkan manusia.

Bukankah kita telah mendapati benang merah dari kata pemimpin dari kisah pertama sampai kedatangan Dajjal ini? Hal-hal irrasional dari kisan pertama sampai hal-hal irrasional yang akan dilakukan Dajjal?

Mari renungkan. Keterkaitan-keterkaitan ini tentu tak ada yang kebetulan. Ayat Alqur'an dan Hadits Nabi tentu menyimpan banyak hikmah dan pelajaran.

Kepemimpinan Umat Jadi Solusi

Kata kepemimpinan dalam rentetan kisah-kisah diatas tentu tidak bisa kita abaikan. Bahkan urutan kisah yang diketengahkanpun seolah menuntun kita menyelami makna dan langkah-langkah yang bisa kita ambil dalam menghadapi fitnah akhir zaman dan fitnah Dajjal.

Pertama, Dajjal akan membuat orang-orang bingung tak punya pegangan, manusia dalam kebimbangan, siang beriman malamnya jadi kafir, malam hari beriman siang harinya menjadi kafir. Bagi orang-orang yang tak kuat dan tak memiliki ilmu, serta lemah dan tak memiliki kelompok/komunitas/jamaah yang saling menguatkan, maka disarankan bagi mereka untuk pergi ke gunung-gunung dan hutan-hutan bersembunyi untuk menyelamatkan akidahnya, sebagaimana ashabul kahfi menyelamatkan akidahnya.

Bagi seorang pemimpin pergerakan, hendaknya ia berkumpul dan bersatu dengan para pemimpin dan tokoh yang lain untuk saling menguatkan, saling memperdalam ilmu pengetahuan, ilmu-ilmu yang diperlukan untuk menjaga akidah, menjaga rakyat, dan memelihara serta melestarikan kebaikan dan kebenaran.

Iapun musti bergerak bersama-sama melindungi umat dari fitnah, dari keburukan penguasa, dan berupaya melindungi serta melestarikan agama dan berbagai kebaikan di muka bumi. Sebagaimana Musa a.s. sang tokoh pemimpin pergerakan dari Bani Israil mencari Khidir untuk belajar dan bersama-sama menebarkan kebaikan.

Para pemimpin pergerakan tak boleh berselisih, mereka harus bersabar dalam kebersamaan, dan melakukan perjanjian bersama. Harus ada diantara mereka orang yang lebih berilmu yang diakui dan ditaati petunjuknya dan tidak diselesihi pendapatnya. Sebagaimana Musa bersabar bersama-sama Khidir, mengikuti petunjuk Khidir dan berjanji tak akan menentangnya.
Mereka harus berjuang bersama.

Terakhir,akan muncul tokoh luar biasa yang memimpin ummat, melindungi mereka dan memimpin pasukan untuk melawan Dajjal. Dia seperti Zulqarnain yang luar biasa.
Mungkin tokoh luar biasa ini nanti adalah Imam Mahdi dan Isa a.s.  sebagaimana yang di nubuwatkan oleh Rasulullah SAW yang akan muncul dan menghancurkan Dajjal.

Semoga kisah-kisah ini menjadi perenungan kita bersama. Dan kita mendapatkan pelajaran serta hikmah dari Surat Alkahfi ini untuk jadi inspirasi dan dipedomani dalam menghadapi akhir zaman yang telah dinubuwatkan oleh Nabi.
Semoga kita semua terjaga dan terlindungi dari fitnah Dajjal.

Wallahu'alam Bishawwab

Bengkulu, 8 Rabi'ul Akhir 1439 H / 27 Desember 2017 M
Beni Sumarlin

banner
Previous Post
Next Post

1 komentar:

  1. Terimakasih sudah berbagi mas ben, tokoh2 inilah yg harus di jadikan inspirasi

    BalasHapus

Follow by Email

Popular Posts